Selasa, 26 Agustus 2014

Apa itu STIS?

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) merupakan institusi pendidikan kedinasan dibawah naungan Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) dan telah mengalami peningkatan status dari Akademi Ilmu Statistik (AIS). AIS berdiri berdasarkan Surat Keputusan Perdana Menteri Indonesia (pada waktu itu, Ir. H. Djuanda) Nomor 377/PM/1958, Tanggal 11 Agustus 1958.
Pada awal mula berdirinya, AIS mendapat bantuan dana dan tenaga ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bantuan disalurkan melalui Statistical Research and Development Centre yaitu lembaga yang didirikan oleh pemerintah Indonesia cq, BPS  bekerjasama dengan Badan PBB, United Nations Development Program (UNDP).
Tahun 1964, BPS membuka Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS) dengan mahasiswa yang terdiri dari lulusan AIS dan dosen berasal dari PBB serta alumni AIS. Pada tahun 1965 bantuan ini terhenti karena Indonesia keluar dari PBB dan sejak itu PTIS ditutup. Walupun PTIS sudah tidak beroperasi, AIS tetap melaksanakan proses pendidikan. Pada tahun 1995-1996 dilakukan usaha meningkatkan pendidikan ahli madya statistik (D-III) menjadi pendidikan ahli statistik (D-IV).
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) melalui Surat Keputusan Nomor 295/D/T/97 Tanggal 24 Pebruari 1997 mengijinkan BPS menyelenggarakan Program Diploma IV. Kemudian setelah itu, diterbitkan Keppres No.163 Tahun 1998 tentang STIS di bawah naungan BPS, sehingga sejak saat itu berdirilah STIS. Sesuai dengan Keppres tersebut, status STIS adalah sekolah tinggi kedinasan yang pembinaan teknisnya dilaksanakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Menteri Pendidikan Nasional), dan pembinaan secara fungsional dilaksanakan oleh Kepala BPS RI

Kamis, 07 Agustus 2014

ini permulaan gue nulis lho daripada nganggur ngga da kerjaan nunggu tugas dari stis setara ospek gitu yang namanya mp2k. Gue mau curhat nih, semenjak kelas tiga tuh gue mulai bimbang mau jadi apa kelak mau masuk sekolah mana pokoknya galau deh. Nah, di akhir-akhir kelas 3 habis ujian nasional banyak banget PTN, PTS, maupun PTK. Saat itu gue labil banget, UI promosi gue pingin, UGM promosi pingin juga, ITB jadi pingin, STAN juga pingin, STIS apalagi pingin banget, andilau(antara dilema dan galau) deh pokoknya. Pengumuman pertama tuh SNMPTN yaitu jalur undangan gue hasil nya tidak lolos, sediiih banget nget. Lalu selang beberapa hari pengumuman tahap 1 STIS alhamdullillah gue lolos, seneng rasanya dan gue berusaha giat buat belajar tahap 2 yaitu psikotest gue beli buku psikotest 2 dan itu tebel gila. Waktu itu perasaan gue agak sedih karena belum dapet sekolah sedangkan temen ku banyak yang udah cari kos. Tahap 2 ternyata lolos yaAlloh seneng banget tinggal 1 tahap lagi. Dan akhirnyaaa tahap 3 pun lolos alhamdullillah. Terus gue pemberkasan deh, nah hari kedua pemberkasan itu pas banget pengumuman SBMPTN yaitu jalur tertulis masuk PTN gue jg dinyatakan lolos Kedokteran Gigi, tapi gue milih STIS dong karena merupakan beberapa cita-cita gue, sebenernya aku tuh ngga pintar tapi aku senang sama motivasi gitu, motivasi sangat ngebantu gue. kaya yang Agnes Mo say Dreams, Believe, and Make it Happen.